TechnologyIndonesia.id – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat semakin menjadi perhatian. Hingga 21 Oktober 2026, akumulasi kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak asap karhutla mencapai 333.470 kasus. Pemerintah pusat dan daerah pun memperkuat kesiapan pelayanan kesehatan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiagakan ribuan fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, laboratorium kesehatan masyarakat, serta tenaga medis untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan di daerah terdampak.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Dr. dr. Then Suyanti, mengatakan kesiapan pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam merespons dampak karhutla.
“Untuk penyiapan layanan kesehatan, tentunya kita cek bagaimana kesiapan pos layanan kesehatan, seperti di seluruh puskesmas di wilayah terdampak yaitu ada 1.691 puskesmas yang kita siagakan,” ujar dr. Suyanti.
Pihaknya juga memastikan mobilisasi logistik kesehatan, menyiapkan 360 rumah sakit rujukan yang dibutuhkan, termasuk 87 laboratorium kesehatan masyarakat atau labkesmas. Fasilitas tersebut dikhususkan untuk penanganan korban asap.
“Pemerintah daerah juga telah menyiapkan rumah oksigen sebanyak 491 rumah oksigen yang sudah tersedia di masing-masing wilayah,” katanya.
Kemenkes juga memantau sumber daya manusia di bidang kesehatan untuk memastikan kesiapan dalam penanganan dampak karhutla. Terdapat 18.547 dokter umum dan sejumlah dokter spesialis, seperti mata, paru, THT dan DVE. Otoritas kesehatan memiliki layanan siaga yang dapat diakses melalui public safety center atau PSC 119.
Di tengah situasi ini, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk terus memantau kualitas udara melalui ISPUnet yang telah terintegrasi di aplikasi SATUSEHAT. Warga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, senantiasa menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, dan segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan apabila mengalami sesak napas atau batuk yang kian memburuk.
“Kita harus lindungi kelompok rentan karena lebih gampang menderita penyakit dan kurangi asap yang masuk ke dalam rumah, termasuk kenali gangguan kesehatan,” tambahnya.
Kasus ISPA Capai 333 Ribu di Tujuh Provinsi
Data Kemenkes per 21 Oktober 2026 mencatat akumulasi 333.470 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sejak 18 Agustus 2026. Dari total angka tersebut, 258.298 kasus ISPA menimpa warga dengan usia di atas 5 tahun, sedangkan 75.172 kasus pada usia 0 – 5 tahun. Sebaran kasus ISPA yang tercatat berada pada 68 kabupaten/kota di 7 provvinsi.
Lonjakan drastis penderita ISPA ini sejalan dengan pekatnya kabut asap yang mencemari udara. Pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kemenkes per 22 Oktober 2026 pukul 08.40 WIB menunjukkan beberapa daerah masuk ke dalam kategori hitam atau “Berbahaya” atau nilai PM2.5 di atas 300.
Asap karhutla ini membawa partikel halus (PM2.5), karbon monoksida, serta senyawa organik beracun yang dapat memicu asma, iritasi mata, penyakit paru, hingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke pada kelompok rentan seperti lansia.
Penanganan Karhutla
Pemerintah pusat dan daerah masih terus melakukan pengendalian dan pemadaman intensif di 6 provinsi prioritas terdampak karhutla. Berdasarkan perkembangan per 21 Oktober 2026, lahan seluas 7.219 hektare (ha) masih dalam penanganan di wilayah Sumatera, yaitu Sumatera Selatan dan Jambi.
Penanganan lahan terdampak di Sumatera Selatan seluas 5.194 ha dan sisanya di Jambi. Riau tidak terdeteksi adanya lahan terbakar.
Sedangkan di wilayah Kalimantan, BNPB mencatat luas lahan yang masih dalam penanganan seluas 11.202 ha. Sebarannya berada di Kalimantan Tengah 7.938 ha, Kalimantan Selatan 1.974 ha, dan Kalimantan Barat 1.290 ha.
Penanganan karhutla mengoptimalkan berbagai strategi yang dilakukan oleh Satuan Tugas Darat dan Udara. Dukungan udara melalui pengeboman air dan operasi modifkasi cuaca diintensifkan untuk memadamkan titik panas dan titik api.
Selain di 6 provinsi itu, BNPB dan pemerintah daerah juga melakukan penanganan karhutla di sejumlah titik wilayah, seperti di Kalimantan Timur, IKN, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara dan Papua Barat Daya. Total area terdampak di beberapa wilayah tersebut seluas 1.243,70 ha.
Kasus ISPA akibat Asap Karhutla Tembus 333.470, Kemenkes Siagakan 1.691 Puskesmas

