Kurangi Risiko Kecelakaan, BRIN Hadirkan Inovasi Pelat Karet untuk Perlintasan Kereta

Loading

TechnologyIndonesia.id – Keselamatan di perlintasan kereta api sebidang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Selain faktor kelalaian pengguna jalan, kondisi infrastruktur perlintasan yang kurang optimal juga kerap memicu kecelakaan.

Menjawab persoalan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menawarkan inovasi meterial Rubber Crossing Plate (RCP) atau pelat perlintasan berbahan dasar karet alam. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan perlintasan kereta api sebidang.

Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Ade Sholeh Hidayat menyampaikan inovasi Rubber Crossing Plate, pelat perlintasan berbahan dasar karet yang dirancang untuk menggantikan material konvensional seperti beton dan aspal.

Selama ini, material yang umum digunakan pada perlintasan kereta seperti beton, aspal, dan baja dinilai belum mampu menjawab tantangan operasional modern.

Perlintasan kereta konvensional menghadapi berbagai masalah serius seperti permukaan tidak rata akibat diferensial settlement, retakan pada beton dan aspal, keausan material yang cepat, getaran berlebih yang mengganggu kenyamanan, serta risiko keselamatan bagi pengguna jalan.

Menurut Ade, berbagai kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya dipicu faktor manusia, tetapi juga kondisi teknis perlintasan yang tidak optimal, seperti permukaan tidak rata, licin saat hujan, dan getaran tinggi yang menyebabkan kendaraan tersangkut atau kehilangan kendali di atas rel.

“RCP menawarkan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap beban dinamis dan kondisi lingkungan ekstrem, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” jelas Ade dalam Media Lounge Discussion (MELODI) di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026).

Keunggulan Rubber Crossing Plate Berbahan Karet Alam

Kelompok Riset Karet Teknologi Tinggi BRIN telah mengembangkan teknologi RCP yang kini mencapai tingkat kesiapan implementasi. Material tersebut dikembangkan menggunakan karet alam yang dipadukan dengan aditif kompatibiliser serta filler khusus.

Kombinasi material tersebut menghasilkan pelat perlintasan yang elastis, mampu meredam getaran tinggi, tahan terhadap beban statis dan dinamis, serta memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca ekstrem, korosi, dan keausan.

Ade menambahkan, permukaan RCP yang presisi dan anti-slip mampu menciptakan lintasan yang lebih rata dan stabil sehingga mengurangi risiko kendaraan tergelincir maupun tersangkut di rel.

Kemampuan material dalam meredam getaran juga meningkatkan kontrol kendaraan saat melintas serta menurunkan tingkat kebisingan di lingkungan sekitar.

RCP memberikan transisi yang halus dengan minim shock saat kendaraan melewati perlintasan kereta. Material konvensional seperti beton dan aspal sering menyebabkan bump yang mengganggu stabilitas kendaraan. Dengan RCP, pengemudi mendapatkan kontrol optimal dan kenyamanan berkendara yang lebih baik.

“Pengembangan RCP dilakukan melalui rekayasa komposit elastomer dan mineral dengan optimasi rasio campuran antara karet dan aditif. Produk ini juga telah melalui berbagai pengujian seperti uji statis, fatigue, getaran, kebisingan, hingga ketahanan lingkungan terhadap sinar UV, air, dan suhu ekstrem,” ungkapnya.

Lebih jauh, teknologi tersebut dinilai memiliki dimensi strategis karena mendorong hilirisasi karet alam domestik dan mengurangi ketergantungan pada material impor. Pengembangan ke depan, melalui pemanfaatan limbah mineral sebagai filler juga mendukung prinsip ekonomi sirkular dan target dekarbonisasi sektor transportasi.

Indonesia memiliki banyak perlintasan kereta dengan lalu lintas tinggi dan curah hujan yang intensif sepanjang tahun. Menurut Ade, apabila diterapkan secara luas oleh operator seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero), RCP berpotensi menjadi standar baru infrastruktur perlintasan sebidang di Indonesia.

“Infrastruktur yang lebih elastis, tahan lama, dan aman ini dapat secara signifikan menurunkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan,” pungkasnya.

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *