30 Tahun Erajaya Group, Diversifikasi Bisnis Jadi Strategi Pertumbuhan Baru

Loading

TechnologyIndonesia.id – Memasuki usia ke-30, Erajaya Group terus memperkuat transformasi bisnis melalui diversifikasi portofolio untuk menjawab perubahan kebutuhan konsumen. Berawal sebagai distributor perangkat telekomunikasi, perusahaan kini berkembang menjadi smart lifestyle retailer yang merambah berbagai sektor, mulai dari teknologi digital, Active Lifestyle, dan Food & Nourishment.

Hingga Semester I 2026, Erajaya telah mengoperasikan lebih dari 2.500 gerai di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Jaringan ritel tersebut didukung lebih dari 22.000 karyawan, ekosistem loyalitas 18,4 juta anggota MyEraspace, serta kemitraan dengan lebih dari 30 merek global.

Ekspansi jaringan terus dilakukan. Sepanjang Semester I 2026, Erajaya menambah 173 gerai baru sehingga memperluas jangkauan bisnis di berbagai kategori. Dari total jaringan tersebut, Erajaya Digital mengoperasikan 1.920 gerai, Erajaya Active Lifestyle sebanyak 256 gerai, dan Erajaya Food & Nourishment sebanyak 90 gerai. Sementara itu, jaringan internasional perusahaan di Singapura dan Malaysia mencapai 240 gerai.

Pengembangan jaringan di berbagai kategori ini turut memperluas kontribusi bisnis di luar kategori digital, yang menyumbang sekitar 12% dari total penjualan Group pada Semester I 2026. Pada FY2025, Erajaya membukukan penjualan tahunan sebesar Rp76 triliun.

Budiarto Halim, President Director & Group CEO Erajaya, mengatakan bahwa perjalanan Erajaya selama 30 tahun turut diwarnai perubahan teknologi dan kebutuhan konsumen yang semakin beragam.

Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk mengembangkan bisnis melampaui kategori digital, dengan menghadirkan berbagai produk dan layanan yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari konsumen.

“Erajaya hari ini merupakan buah dari perjalanan dan langkah diversifikasi terukur yang kami lakukan untuk menjawab dinamika kebutuhan konsumen,”ujar Budiarto dalam konferensi pers Perayaan 30 Tahun Erajaya Group di Jakarta pada Jumat (2/10/2026).

Setiap vertikal, mulai dari Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, hingga Erajaya Food & Nourishment, kami kembangkan bukan sekadar untuk memperluas portofolio bisnis, tetapi karena kami melihat relevansinya dalam kehidupan sehari-hari konsumen,” imbuhnya.

Budiarto mengatakan, Erajaya ingin hadir tidak hanya saat konsumen membutuhkan perangkat digital, tetapi juga untuk memenuhi beragam kebutuhan dan pengalaman gaya hidup lainnya. Menurutnya, peningkatan kontribusi vertikal non-digital terhadap kinerja Group menunjukkan bahwa strategi pengembangan tersebut mulai memberikan dampak nyata bagi bisnis perusahaan.

Kemitraan Global dan Ekosistem Omnichannel

Dari perangkat digital hingga kendaraan listrik, fashion, apparel dan perlengkapan olahraga, serta food & beverage, Erajaya secara konsisten menghadirkan ragam pilihan produk dan pengalaman baru di sejumlah kategori melalui kemitraan dengan berbagai brand global terkemuka.

Melalui Erajaya Active Lifestyle, misalnya, Group memperluas portofolionya dengan menghadirkan XPENG di kategori kendaraan listrik, GENTLEWOMAN untuk fashion, serta ANTA, Under Armour dan Wilson di kategori olahraga. Pada vertikal Erajaya Food & Nourishment, Erajaya memperluas portofolionya melalui CHAGEE, serta mempersiapkan kehadiran I’m donut? dan Oriental Kopi di Indonesia.

Kehadiran jajaran brand global tersebut mencerminkan upaya Erajaya merespons minat konsumen terhadap ragam pilihan di kategori teknologi, gaya hidup, dan food & beverage. Langkah diversifikasi ini tidak hanya memperluas rekam jejak bisnis, tetapi juga menghadirkan brand yang relevan dengan preferensi dan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

“Perubahan preferensi konsumen menjadi kompas utama kami dalam melangkah dan mengembangkan bisnis Erajaya. Melalui kemitraan dengan berbagai brand, kami berupaya menghadirkan produk dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan konsumen, baik di kategori digital maupun lifestyle,” kata Budiarto.

Budiarto menambahkan, semakin beragamnya kebutuhan konsumen mendorong Erajaya untuk memperluas perannya, tidak hanya sebagai penyedia satu kategori produk, tetapi juga sebagai mitra yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengembangan portofolio tersebut ditopang secara solid oleh ekosistem omnichannel Erajaya yang mengintegrasikan jaringan gerai fisik, platform digital, dan ekosistem loyalitas pelanggan yakni Eraspace. Integrasi ini memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk mengenal dan mencoba produk secara langsung di toko, sekaligus mencari informasi, membandingkan pilihan, dan bertransaksi melalui kanal digital.

Berbekal sinergi antara jaringan ritel dan kanal digital yang saling terhubung, Erajaya berhasil memperluas aksesibilitas konsumen terhadap berbagai brand dan pengalaman berbelanja yang unggul di seluruh titik interaksi (touchpoint).

Komitmen Keberlanjutan

Di tengah ekspansi bisnis, Erajaya juga memperkuat komitmen keberlanjutan melalui berbagai inisiatif yang mencakup pelestarian lingkungan, pengembangan sumber daya manusia, serta pengelolaan limbah elektronik.

Salah satu inisiatif lingkungan yang dikembangkan adalah Wana Erajaya, program konservasi dan carbon offsetting yang berfokus pada restorasi ekosistem, perlindungan keanekaragaman hayati, serta mitigasi perubahan iklim melalui reforestasi dan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Program tersebut berpotensi memberikan kontribusi pengimbangan emisi karbon sekitar 1.922 ton CO2e. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan seiring dengan pertumbuhan bisnis.

Di bidang pendidikan dan pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, Program Penguatan & Kerjasama Vokasi Erajaya mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan industri ritel untuk membekali generasi muda dengan pengalaman kerja serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Sejak tahun 2019, program ini menunjukan eskalasi yang signifikan dan telah menjangkau lebih dari 3.000 siswa melalui pelatihan vokasi serta membangun kemitraan dengan 221 sekolah di 29 provinsi.

Sementara itu, melalui Erajaya Sustainable Gadget, perusahaan mendorong pengelolaan limbah elektronik (e-waste) yang bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip ekonomi sirkular dan rantai daur ulang yang transparan.

Inisiatif seperti erafone Jaga Bumi dan Urban Republic Zero Waste menyediakan titik pengumpulan limbah elektronik di sejumlah lokasi ritel, kerjasama di event-event perusahaan dan sekaligus mendorong kesadaran dan partisipasi konsumen dalam pengelolaan e-waste.

Sebanyak 4.238 gadget rusak atau gadget yang sudah tidak digunakan telah didaur ulang oleh mitra daur ulang sejak program ini diluncurkan pada tahun 2024.

Budiarto menyampaikan bahwa keberlanjutan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pertumbuhan Erajaya menciptakan nilai dan dampak yang lebih luas. Erajaya berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif tersebut sejalan dengan arah pertumbuhan bisnis, perkembangan regulasi, serta ekspektasi para stakeholders

“Melalui inisiatif lingkungan, pendidikan vokasi, dan pengelolaan limbah elektronik, kami ingin memastikan fondasi serta kapabilitas bisnis yang telah dibangun selama 30 tahun dapat juga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” lanjut Budiarto.

Memasuki Fase Pertumbuhan Berikutnya Semangat transformasi berkelanjutan menjadi dasar perayaan 30 tahun Erajaya yang mengusung tema “Towards the Next Era – A Legacy of Innovation, a Future of Possibilities.”

Melalui semangat #EranyaKita, Erajaya menegaskan komitmennya untuk hadir kian dekat dalam keseharian konsumen, dengan menghadirkan produk, layanan, serta customer experience yang mendukung beragam kebutuhan gaya hidup, mulai dari teknologi dan produktivitas, aktivitas olahraga, hingga berbelanja dan menikmati waktu bersama.

Memasuki dekade berikutnya, Erajaya akan terus memperkuat fondasi bisnis inti seraya mengeksplorasi peluang pertumbuhan baru di berbagai segmen gaya hidup. Ekspansi dilakukan secara selektif dan terukur dengan mempertimbangkan peluang pasar, keselarasan strategis, potensi pertumbuhan, serta kapabilitas yang dimiliki perusahaan.

Budiarto mengatakan, pengalaman selama 30 tahun menjadi landasan bagi Erajaya untuk memasuki tahap pertumbuhan selanjutnya dengan fokus pada inovasi, relevansi bisnis, dan keberlanjutan.

“Kalau 30 tahun pertama adalah tentang membangun fondasi dan membuktikan kemampuan kami untuk beradaptasi, maka fase berikutnya adalah tentang membawa legacy tersebut menuju possibilities yang lebih besar. Kami ingin Erajaya terus tumbuh, tidak hanya dalam skala perusahaan, tetapi juga dalam relevansi, ketangguhan, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Melalui penguatan bisnis inti, diversifikasi portofolio, kemitraan global, dan pengembangan ekosistem omnichannel, Erajaya menargetkan pertumbuhan yang sejalan dengan kebutuhan konsumen dan dinamika industri pada dekade mendatang.

Editor www.technologyindonesia.id, penulis buku Kumpulan Puisi Mengering Basah (Arus Kata, 2007), Mimpi Kereta di Pucuk Cemara (PasarMalam Production, 2012), dan Aku Mencintaimu dengan Sepenuh Kereta (eSastera Malaysia, 2012). Novel karyanya: Koin Cinta (Diva Press, 2013) dan Separuh Kaku (Penerbit Senja, 2014). Buku terbarunya, Antologi Puisi Kuliner "Rempah Rindu Soto Ibu" Email: setiakata@gmail.com, redaksi@technologyindonesia.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *